chitika
Archive for November 2012
Pengertian
Client Server serta model-model database
Pengertian Client-Server :
Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan
request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang
meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang
menyediakan layanan disebut sebagai server.Data yang diminta oleh client dapat
diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server,
seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.
Keuntungan dari client server ini
lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server database berisi mesin
database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi
aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar logika bisnis
biasanya diterapkan dalam database. Server database manangani :
§ Manajemen data
§ Keamanan
§ Query, trigger, prosedur tersimpan
§ Penangan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan
sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke
computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi
client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan
client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan
sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Model-Model Database
Database Management System (DBMS)
atau sistem manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama
diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan.
Model yang lebih baru bersifat relasional, berorientasi objek,
dan multidimensional.
Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, field atau
record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram
pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent
(level yang lebih tinggi). Database hierarkis merupakan model tertua dan paling
sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau
mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah
ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal
ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database
membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan
model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan
hubungan data yang kompleks.
Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan
database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu
record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari
satu record parent. Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe,
lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda
antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih
dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah
hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang
harus mendapatkan kembali semua record.
Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan
menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci
atau elemen data yang umum.
Cara kerja database relasional:
Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom.
Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi.
Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci
primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database
relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara
fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record
untuk mendapatkan kembali datanya.
Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai
perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali
sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah
database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding
database relasional. Salah satu model database berorientasi objek adalah
database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke
dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link
dan juga grafis, suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape,
Oracle9i dan sebagainya
Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA)
memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data
dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database
Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi
data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache,
ContourCube, dan Cognoa PowerPlay
Tuesday, November 13, 2012